Senin, 17 Oktober 2016

Sebatas Pelangi Bahasa



Senja yang telah mengajarkanmu menikmati keindahan dari kejauhan. Namun sebaliknya, senjalah yang hanya bisa kau nikmati disaat jingganya saja. Setelah itu kau masih bisa menikmati gemerlapnya bintang, terangnya rembulan, dan hangatnya mentari.

Kau mungkin memang menikmati jingganya dan memaknai setiap proses tenggelamnya. Lalu masih bisakah senja kau nikmati? Senja tak dapat kau nikmati setiap saat disepanjang waktu. Senja hanya kau nikmati disaat kau mau. Indahnya senja hanyalah jingganya.

Lalu, untuk apa kau menikmati senja? Mengagumi keindahannya, melihatnya dari balik gunung, diantara semak belukar? Jika dua telinga dan waktumu bersama pencitraanmu.

Masihkah kau menikmati senja disaat malam tiba? Masihkah kau merindukan jingganya disaat pagi menyapa?

Tak ada senja, atau bahkan jingga


Senja yang menghiburmu dikala penat siangmu, dan mengantarmu pada mimpi indahmu.

Senjamu yang telah mengusikku. Bahasamu, bahasaku, lalu bahasanya. Aku, kamu, kemudian menjadi mereka, bukan kita. 

Senjamu yang mengajarkanku. Masihkah menikmati jingganya senja dibalik pegunungan, diantara semak belukar? Dengan senyum manis sebagai penawarnya? Dan berharap esok kan datang dengan sama indahnya?

Kopimu yang telah menyadarkanku. Cukuplah kopi pahitmu, tak perlu pencitraanmu yang membuat akar hitam menjalar liar didinding kepala dan merasuk dalam dada.

Bahasamu bahas bahasanya. Ceritamu bercerita ceritanya, bersama dua telinga dan waktumu dengannya.

Suasana yang kini kian beku, tanpa angin dan desahan napas. Matahari menukik, nyaris tenggelam dalam awan batu yang mengelabu pekat di ufuk barat. Tak ada senja, apalagi jingga. Hanyalah ampas kopi pahit yang telah tenggelam bersama bahasa yang kian dalam untuk dilupakan.

Layaknya pelangi, indahnya hanya untuk mewarnai hari. Mungkin bukan aku yang menjadi alasan bahagiamu, siapalah aku, bukan pula pelangi yang akan menghiasi kisahmu. Entah apa entah siapa.

Tetaplah bahagia bersama satu hati yang kau idamkan, dan satu do’a yang selalu kau aamiinkan. Semoga dengannya tak ada kemustahilan buat diupayakan.

Berbahagialah...

Jumat, 30 September 2016

Setitik Hikmah


Ini adalah tentang peristiwa yang berulang ditiap tahun selain peristiwa ulang tahun. Ini adalah peristiwa yang baru saja saya sadari. Bahkan kejadiannya hampir terjadi dibulan yang sama, kaya misal tulisan-tulisan isengku ditahun lalu, yang bunyinya kaya gini:

Kamis, 26 November 2015
Patah berulang kali
By: Utari Nur Madani
@UteMinoz

Dibilang lelah tapi nyatanya kuterus mencari
Dibilang bosan tapi nyatanya aku tetap melakukannya
Karena apa?
Karena mereka mereka selalu datang silih berganti
Yang kuingin
Tak usah datang jika harus pergi
Tak usah mendekat jika harus menjauh
Aku sakit
Kenapa harus patah lagi
Aku ingin, tapi aku tak mampu
Hati usang ini kini patah lagi
Meradang...
Terhempas tersapu angin dan hilang lagi
Aku putus harapan
Aku sakit
Luka lama kini menangis lagi
Aku tak inginkan ini lagi
Kini aku bosan jika harus patah lagi
Kenapa??
Kenapa harus engkau yang patahkan hati ini?
Jika itu yang akan kau lakukan, kenapa kau harus menerbangkanku
Kenapa kau harus menebar bunga bunga kasih
Mengapa kau memberi harapan
Kenapa kau memberi rambu jalan
Ternyata aku salah
Itu semua hanya sandiwara belaka
Aku salah
Itu hanya kebiasaan lelaki saja
Aku salah
Aku yang terlalu berharap
Dan kini aku patah lagi
Patah dan kecewa lagi
---
Dan berikut adalah tulisanku yang saya tulis tepatnya di bulan September 2016 lalu. Isinya seperti ini:
Bahas Bahasa
By: Utari N. Madani
Bahasamu bahas bahasanya
Aku kamu kemudian menjadi mereka, bukan kita
Berlabuh penatku dikelambu bahasamu
Akar hitam menjalar liar didinding kepala dan semakin liar merasuk dalam dada
Entah apa entah siapa
Senjamu yang telah mengusikku
Kopi hitammu yang menyadarkanku
Tak perlu pencitraanmu atau bahkan cerita omong kosongmu
Matahari menukik, nyaris tenggelam dalam awan batu yang mengelabu pekat di ufuk barat
Tak ada senja, atau bahkan jingga
Aku bersama ampas kopi pahit yang telah tenggelam bersama perasaan yang kian dalam
Terlupakan
---

Lalu aku harus bilang apa coba? Bilang w.o.w? apa ini murni rencana Tuhan? Atau hanya kebetulan saja? Rasane nek iso mbok yo sepisan pindo wae, lha kiye wis ping pat lho. Empat orang melakukan hal yang sama hampir ditiap tahunnya. Terus kiye jenengane apa? Ujian? Godaan? Apa aku sing terlalu goblok bola-bali ke-pe de-an? Kepenak dilombo?
Melihat kejadian seperti ini, saya sebagai wanita lemah ini hanya bisa memetik setitik hikmah dari derasnya hujan ujian hidup. Yang kalau saya jabarkan kurang lebih seperti ini:

Diperjalanan yang entah dimana ujungnya ini, sering kali godaan memburu, keimanan menjadi lesu, hati dipasang nafsu, dan disaat lain pula keinsafan bertamu. Keberadaanku nyata dihadapanMu, keadaanku tidak tersembunyi dariMu. Aku sering mencari cinta selainMu, sedangkan cintaMu itulah yang kekal selamanya. Aku sadar. Siapalah aku untuk memiliki cintaMu. CintaMu itu terlalu agung YaAllah. Walau apapun, aku ingin tetap menyintaimu. Karena aku yakin, cintaku pasti dibalas suatu hari nanti. Karena Maha SuciMu Tuhan, engkau tidak penah mengecewakan perasaan hamba-hambaMu.



Dunia hanyalah fana, akhirat yang abadi. Tapi karena dunia-lah keadaan akhirat yang abadi seperti apa yang akan kita rasakan. Berbahagialah. Karena mungkin bukan saya yang akan membahagiakanmu, bukan pula pelangi yang akan menghiasi kisahmu, melainkan saya yang sudah bodoo amattt peduli siapa dia siapa itu, udu urusanku! 

-Cinta kepada Allah adalah puncaknya cinta. Lembahnya cinta adalah kepada sesama-

Rabu, 24 Agustus 2016

LDR




LDR merupakan kependekan dari Long Distance Relationship atau hubungan jarak jauh. LDR memang identik dengan jarak. Jadi, seberapa jauh jarak yang memisahkan seseorang dengan seseorang lain hingga bisa dikatakan LDR? Maksudku disini adalah hubungan sebuah pasangan (Hah! Susah banget sih, buat nyambungin tulisanku :3) Ya intinya LDR itu adalah pacaran yang jauh-jauhan. Jauh-jauhan bukan maksudnya lagi marahan terus jauh-jauhan, bukan maksudnya karena bukan muhrim jadi jauh-jauhan.
 
Terkadang LDR menjadi alasan utama dan masalah besar yang menimpa sepasang kekasih. Banyak yang ragu menjalin suatu hubungan karena alasan LDR. Lha ini beda banget sama kasus yang saya alami. Sebagai korban sekaligus pelaku LDR, hubungan saya sama si doi malah udah di niatin buat LDR. Bayangain aja gimana ga mau diniatin, dia meminta saya buat jadi pacar sekitar jam 4 sore, terus jam 6 sore masih dihari yang sama, saya udah ditinggal keluar kota dengan alibi demi masa depan (baca: kerja)

LDR itu memang tidak gampang, karena bakal jarang dan susah ketemu. Harus selalu menjaga komunikasi. Jarang jalan bareng, tidak ada yang ngelindungin dari deket, rawan selingkuh, kalo pengen dengerin suara aja harus telepon dulu, takut tergoda sama cewek atau cowok lain, takut dibilang jomblo karena jarang keliatan barengan. Masih banyak yang lain, kaya misal gak ada yang nemenin makan, nyuapin makan, gak ada yang apel pagi siang malam, mandiin pagi sore, gak ada yang boboin, ngelonin (alalalahh... lu kira siapa? Bojomu? Uwalah.. mbojo sit nganah)

Selain LDR itu tidak gampang, LDR juga gak enak, blas. Bayangin aja gimana deritanya pacaran yang setahun Cuma bisa ketemu dua kali? Ngeness mas...ngenesst... "Aahhh pacaran kalo ga barengan terus ga seru donk! ga bisa pegangan tangan! Ga bisa nyubit pipi pacar! ga bisa meluk pacar! ga bisa ngusap air matanya ketika dia sedih! Ga bisa mmm..." tapi sisi positifnya mendekatkan hati lebih baik dari mendekatkan fisik J, lebih tahu bagaimana rasanya menahan rindu,  begitu berharganya waktu saat bisa bertemu, dan kuncinya komunikasi menjadi nafas dalam hubungan cinta jarak jauh.

Sedikit cerita mengenai LDR yang saya jalani bersama si doi, selanjutnya disebut Rifki. Kami pacaran sejak saya duduk di kelas 3 SMA, dan langsung menjalani LDR dihari pertama kita pacaran. Dan kini kami sudah sama-sama bekerja. Dan ga enaknya LDR ditambah kesibukan masing-masing ini menambah ketidak enakan LDR itu sendiri. Yang ga ngejalanin LDR mah enak. Kangen ngomong kangen, terus ketemuan. Rindu bilang rindu, terus pelukan. Lah kita? Kangen si jelas ngomong kangen. 

Saya: “Yang... aku kangen”
Rifki: “Sama, aku juga, sabar yah”

Yang ga LDR si bisa jawab “ketemuan yuk”. Pasangan LDR jelas susah, jika kangen ya Cuma bisa ngasih emot peluk atau ga titikdua bintang. Sakiittt. Cewe yang ga LDRan kalau lagi sedih terus nangis juga tetep enak. Cowonya dateng kerumah sambil bawa bunga sama coklat, duduk disampingnya ngusapin air matanya terus ngasih pundaknya buat bersandar. Yang LDR? 

Saya: “Yang... aku lagi sedih :’(“
Rifki: “Sedih kenapa sayang? Ceepp... Udah gapapa, yang kuat yah. Puk puk pukk”

Bukanya sedih terobati tapi makin teriris, miris, terus sakit masuk rumah sakit. Pasangan yang ga ngerasain LDR kalau sakit juga masih enak. Cewenya sakit terbaring dirumah sakit, cowonya dateng bawain buah, bubur, terus disuapin, belum sempet dimasukin jarum infus udah sehat duluan. Yang LDR mah nunggu kiriman transferan bayaran rumah sakit dari pacar, hahaha. 

Rifki: “Obatnya diminum yah, jangan lupa makan”

Yaelah... makan mah ga pernah lupa, yang kelupaan itu kamu udah transfer apa belum? Ahahaha. Serius, ini becanda, hanya untuk kepentingan hiburan semata. Jadi, saya ga pernah minta transferan, beneran. Tapi mintanya cash, haha.

Jujur, saya salut sama Rifki. Bisa baik banget ngadepin sikap saya dengan sabar, ga pernah marah, apalagi ngambekan, seringnya dingambekin. Bicara masalah ngambek. Cewe kalau lagi ngambek jujur memang aneh. Penyebabnya ga tentu dan ga pasti, dan terkadang malah nyebelin.
 
Rifki: “sayang.. kamu kenapa?”
Saya: “gpp”

Cewe kalo lagi ngambek ditanya kenapa pasti jawab “gapapa”. Pasti. Itu maksudnya cowonya harus lebih peka, lebih merhatiin cewenya. Kalau saya ngambek si masih enak. Cukup di sms-in banyak-banyak meski ga saya bales. Cukup ditanyain banyak-banyak meski hp saya matiin. Tapi seenggaknya kan kalau buka hp terus liat banyak sms yang masuk dari kamu rasanya kan jadi berasa diperhatiin. Kalau belum saya bales juga, ditelpon aja sambil bilang “Aku sayang kamu”, ahhh... dijamin yang namanya bete sama ngambek ilang seketika, ditambah suara sayup-sayup kecupan manja dari telpon, saya langsung melting. Bukan gampangan, tapi saya gamau nyusahin kamu. Coba kalau saya type cewe yang nyusahin kalau lagi ngambek. Saya bakal minta ketemuan disaat itu juga. Apa kamu bisa si? Apa kamu sanggup si? Jadi, bersyukurlah punya pacar kaya saya. 

Sebagai cewe LDR, positifnya saya jadi mandiri, kuat mental, ga manja, dan tahan banting. Sampai saya heran sendiri, ini saya cewe apa ember cucian, tahan banting sama kuat? Cewe manja mah ga bakal bisa LDRan apalagi mandiri. Digigit nyamuk terus laporan sama cowonya.

Cewe: “beib.. aku disakitin”
Cowo: “siapa yang berani nyakitin kamu?”
Cewe: “aku digigit nyamuk”
Cowo: “----“

Sebagai cewe manja yang digit nyamuk itu menurutku terlalu PeDe. Orang si nyamuk lagi numpang senderan di dadanya difitnah gigit dada nya. Fitnah lebih kejam dari pembunuhan mba..

Terus masih bicara masalah mandiri. Cewe manja mana yang mau nuntun motor? Gak bakalan dia mau. Yang ada, dia bakal ngabarin cowonya buat nyusulin. Lah saya mana bisa kaya gitu. Pernah suatu hari, ini pertama kalinya dalam hidup, saya kehabisan bensin dijalan sepulang dari kantor. Duhh... rasanya maass... SPBU masih sekitar 1 km. Motor udah bener-bener ga bisa jalan. Saya ngabarin Rifki? Ya gak mungkin lah. Jika saya ngabarin rifki, saya mending milih nuntun motor sampai rumah juga rifki belum bakalan nyampe rumah. 

Bagi saya hal yang paling menyedihkan saat LDR adalah kangen. Pacaran dengan sistem LDR itu dipisahkan oleh jarak bukan untuk sehari dua hari, seminggu dua minggu, tapi bisa berbulan-bulan, bahkan bisa tahunan jika pacar anda seorang pelaut antar benua. Sebulan ga ketemu, okeh rasa kangennya masih wajar. Dua bulan tiga bulan? Ahh.. kangennya udah dalam banget maass.. sampai dalam hati. Ibarat bendungan tuh udah ga bisa nampung air lagi. Luber... mludag-mludag, ndelewer-ndewer. Kalau udah ga kuat nahan kangen hanya air mata yang mampu bicara. 

Sebagai penutup artikel yang terlanjur ga genah ini, akan coba saya tutup dengan puisi yang alambuh ga genah juga. 

Bersama tetes air mata ini
Tersimpan rindu dalam hati
Ditempat yang terdalam
Kini terasa kian dalam
Bersama bayang semu tawamu
Kukenang lekuk indah bibir manismu
Yang selalu mempesonaku
Disetiap senyum yang terbentuk
Disana kumelihat
Ketulusan yang terasa menenangkan
Bersama sisa hangatnya pelukan
Kucoba memejam dan bertahan
Memaknai arti sebuah penantian
Menghargai arti sebuah kesetiaan
Bersama dinginnya angin malam
Kucoba bertahan
Melawan kerinduan

Setelah saya baca kok jadi aneh gini kalau saya nulis manis yah? Karena kangen, apa menurut kamu saya jadi gila? Menurut artikel sebelah si gini... “apa kamu lupa? Bahwa cinta adalah kegilaan itu sendiri?, dan sayang adalah rasa berlebihan dari ku buat kamu.” Ini serius, lhaa mbok ya kamu jangan cengas-cenges gitu. Kan saya jadi malu.

Demikian pembahasan yang terlanjur ga genah dan ga penting dari saya. Karena yang penting bagi saya hanyalah senyummu yang selalu mempesonaku.

Jumat, 18 Maret 2016

Bukan LGBT



Ini nih topik yang lagi hits diperbincangkan seantero jagad negeri ini. Tapi, apa sih itu LGBT? Ada yang belum tau apa itu LGBT? Ah kampungan loh. Persis banget kaya aku. Tau engga? Engga kan? Mau aku kasih tau ngga? Tetep ngga juga? Yakin? Ntar nyesel loh. Berhubung aku anak yang baik hati, ramah, murah senyum dan banyak fans-nya (gila!! Pede  banget) jadi aku gak tega kalo ada insan yang tak beriman tidak tau LGBT. Lah apa hubungannya? Ya siapa tau setelah tau apa itu LGBT mereka jadi manusia yang beriman. Biar kalau ada kyai atau ustadz-ustadzah ceramah pake dalil al-qur’an terus diterjemahin “Hai orang-orang yang beriman,...” mereka bisa menjawab “Hai...” pasti! Hahh... gak nyambung banget sih. Lah bodo amat, amat aja ga bodo. Lupakan saja. Jadi sekedar info aja buat yang gak tau LGBT, termasuk aku contohnya. Bukan contoh LBGT-nya, tapi contoh orang yang belum tau apa itu LGBT, huu... sembarangan. Nah berhubung aku juga tidak tau, jadi aku browsing dulu (dasar payah). 

Jadi, berdasarkan sumber-sumber yang saya cari, yang InsyaAllah akurat, dapat dipercaya, dan dapat anda cari sendiri sebenarnya, LGBT adalah singkatan dari Lesbian, Gay, Bisex, and Transgender. Istilah tersebut digunakan pada tahun 1990 untuk menggantikan frasa "komunitas gay". Karena istilah tersebut sudah mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan. Gak paham? Ya sama, aku juga gak paham. Jadi... ya sudahlah :D intinya aku bukan mau bahas itu.

Jadi, kenapa aku buat judul seperti itu? Ya karena aku kepingin lah. Kepengin nipu kamu maksudnya. Tapi, aku buat judul seperti itu bukan karena aku mau bahas serba-serbi nya LGBT apalagi SJ. Kenapa? Anda merasa kecewa? Ah rasain. Ehh... aku buat judul juga sedikit ada tujuan dan banyak ngawur sama ngasalnya loh. Ini berawal dari ultahku kemaren. O iya, kemaren tanggal 15 Maret aku ulang tahun loh. Ada yang mau ngado ngga? Tapi aku ngga maksain si... sesuai kemampuan dan keikhlasan aja, hehe.
Ulang tahunku itu Cuma sehari, 15 Maret, tapi perayaannya sampai 2 hari. Hebat ngga? Biasa aja kan? Bukan mau pamer, tapi ini gara-gara temen-temenku yang nyebelin, sumpah. Emang pas tanggal 15-nya kalian kemana aja emang? US juga pas udah selesai kan? Pada masih sibuk belajar? Ah gak percaya aku. Kalian belajar kan Cuma kalau mau ada ulangan apa ada ujian (weesss... rausah dho protes, aku ngerti). Apa pura pura lupa? Apa gak bisa ngucapin langsung? Helow.. sekarang kan alat komunikasi udah canggih. Meskipun hp saya Cuma cliring, jangan salah, tapi itu bisa menerima dan mengirim sms sama telpon loh. Saya percaya Handphone kalian itu udah pada keren, canggih lah, tapi apa pada gak bisa buat sms? Gak usah alesan gak punya pulsa deh, alasan yang terlalu klasik. Jual aja tuh hp nya buat beli pulsa. Modal dong, jangan yang gratisan terus, apa kata wi-fi? Tuhh.. gak usah protes gitu. Saya tau prediksi saya salah, dan saya percaya kalian itu ngengsi lah pake wi-fi, paketan pokoknya ngalir. Terus kalau bukan mau belajar, apa kalian pada mau jalan? Tapi yang aku tau kalian pada jomblo deh (ehh gak semua sih) kalian bukan jeruk makan jeruk kan? Bukan LGBT itu kan? Asstaghfirullah... terus maksud kalian apa coba?? Mau ngerjain aku? Mau nge-tes aku? Gitu? Ah mesti itu. Dasar nyebelin. Tapi ngucapin met ultah-nya pas tanggal 16 ini kasus lain. Kasus yang menyebalkan. Pake tanggalan negara mana si kalian? Kan gak lucu, hari bersejarah dimana mamih gue brojolin gue dengan susah payah sambil ngeden-ngeden kalian salah memperingatinya. Secara tidak langsung kalian juga membuat mamih saya menyesal. Hayooo... tanggungjawab loh. Pas tanggal 15 itu mamihku udah bikin tumpeng nasi kuning yang gak kuning-kunging amat. Katanya lagi gak ada kunyit. Mihh.. mih.. negara kita ini kan tanah surga, glathak (pagar) aja bisa mencingis, masa cuma buat nasing kuning aja sampai susah nyari kunyit, duhhh isin. Coba kalian pada dateng pas mamihku udah buat nasi kuning, kan setidaknya mamihku seneng bisa nyuguhin temen-temennya anaknya yang lagi ultah. Jadi, berhubung nasi kuning sudah dibagikan kepada tetangga sekitar dan orang-orang yang membutuhkan, terus kalian datengnya pas tanggal 16 ya syukurin kalian disuguhin ala kadarnya saja. Tapi mamihku jadi sedih loh, gak bisa nyenengin tamunya, huuu....

Umi, uci, mukti, mijan, kristy, anggun, beno, kalian memang SUPER! Super sekali!! Sukses buat aku nganga, melting kemana-mana. Kalian semua buat aku gak nyangka, sumpah. Awale kalian udah tek kira jahat. Teman macam apa coba kalian.. temane ulang tahun gak ada yang ngucapin, malah didiemin. Kan aku jadi mikir. Salah apakah diriku ini. Mikirpun gak nemu jawaban. Yang terlihat aneh malah kalian. Lah masalahnya apa tiba-tiba gitu, haruse biar bagus kalian pada nyari masalah dulu sama aku. Jeengg...jeengg... tiba-tiba kalian datang kerumah. Wahh.. bertubi-tubi banget deh tuh rasanya, kaya ada manis-manisnya gituu. Sebuah kue kecil berhiaskan lilin angka 18 beserta rangkaian doa kalian persembahkan buat ute tersayang, ahh ciyeee... makasih yah buat semua anggota the genk Pasukan Berani Mati MUKAMUU+B. Ahh nama yang sangat aneh+alay. Ciyee sekarang udah ada +B nya, selamat datang yah buat anggota baru. Berarti kamu disini masih junior, harus nurut sama para senior, haha justkidd Ben... :D meskipun kamu masih junior tetep dapet kiss dari aku kan? Tuh baik banget kan aku, gak beda-bedain teman. Mukti aku kiss, kristy aku kiss, anggun aku kiss, uci aku kiss, mijan aku kiss, umi malah dapet peluk dan cium dari aku. Pacar mana pacar??? Pacar aja belum pernah, ehh.. asstaghfirullah. Inget uutt, HANYA buat sang suami tercinta kelak, InsyaAllah. Jadi, aku ini cewe terus aku suka cium in teman-teman ceweku, berarti ini LGBT? Omegat! Lah daripada aku suka ciumin cowo, nah loh... bayangin aja, apa kamu rela sih? Tapi bukan berarti aku gak suka sama cowo, aku normal, Cuma lagi nunggu buat yang sah aja, ehmm...
Cipika cipiki udah, tinggal nyari korek api buat nyalain lilin. Sayang, korek tak ditemukan. Korek tak ada, kompor gas pun jadi. Kreatif sekali bukan? Lilin sudah nyala, gak kekinian katanya kalau belum foto sana foto sini, pose sana pose sini, cium sana cium sini, ahh lama... liat tuh lilinnya melambai-lambai minta ditiup udah gak kuat. Sambil diiringi lagu Selamat Ulang Tahun dan linangan air mata kutiup lilin ulang tahun sembari berdo’a. Dan kulihat dimata teman-temanku seolah-olah mengisyaratkan agar kue secepatnya dipotong, hahahhh dasar... tidak lebih dari 5 menit kue habis. Yasudahlah, bukan seberapa besar kue yang kalian berikan, bukan seberapa mahal kado kalian, tapi yang terpenting adalah seberapa tulus do’a yang kalian panjatkan dan kesetiakawan terhadap sebuah pertemanan. Terimakasih umi, uci, mijan, mukti, kristy, anggun, beno J kalian memang super! Maaf jika aku belum bisa menjadi teman yang baik buat kalian. Maaf telah merepotkan kalian. Semua kenangan kita akan abadi selamanya. Tetaplah menjadi teman hingga nenek-nenek, jangan sering-sering ada perselisihan, saling pengertian, saling suport, dan tetaplah menjadi yang terbaik. I love you so much.. kalian takan pernah tergantikan.