Senja yang telah
mengajarkanmu menikmati keindahan dari kejauhan. Namun sebaliknya, senjalah
yang hanya bisa kau nikmati disaat jingganya saja. Setelah itu kau masih bisa
menikmati gemerlapnya bintang, terangnya rembulan, dan hangatnya mentari.
Kau mungkin
memang menikmati jingganya dan memaknai setiap proses tenggelamnya. Lalu masih
bisakah senja kau nikmati? Senja tak dapat kau nikmati setiap saat disepanjang
waktu. Senja hanya kau nikmati disaat kau mau. Indahnya senja hanyalah
jingganya.
Lalu, untuk
apa kau menikmati senja? Mengagumi keindahannya, melihatnya dari balik gunung,
diantara semak belukar? Jika dua telinga dan waktumu bersama pencitraanmu.
Masihkah kau
menikmati senja disaat malam tiba? Masihkah kau merindukan jingganya disaat
pagi menyapa?
| Tak ada senja, atau bahkan jingga |
Senja yang
menghiburmu dikala penat siangmu, dan mengantarmu pada mimpi indahmu.
Senjamu yang
telah mengusikku. Bahasamu, bahasaku, lalu bahasanya. Aku, kamu, kemudian
menjadi mereka, bukan kita.
Senjamu yang
mengajarkanku. Masihkah menikmati jingganya senja dibalik pegunungan, diantara
semak belukar? Dengan senyum manis sebagai penawarnya? Dan berharap esok kan
datang dengan sama indahnya?
Kopimu yang
telah menyadarkanku. Cukuplah kopi pahitmu, tak perlu pencitraanmu yang membuat
akar hitam menjalar liar didinding kepala dan merasuk dalam dada.
Bahasamu bahas
bahasanya. Ceritamu bercerita ceritanya, bersama dua telinga dan waktumu
dengannya.
Suasana yang
kini kian beku, tanpa angin dan desahan napas. Matahari menukik, nyaris tenggelam
dalam awan batu yang mengelabu pekat di ufuk barat. Tak ada senja, apalagi
jingga. Hanyalah ampas kopi pahit yang telah tenggelam bersama bahasa yang kian
dalam untuk dilupakan.
Layaknya
pelangi, indahnya hanya untuk mewarnai hari. Mungkin bukan aku yang menjadi
alasan bahagiamu, siapalah aku, bukan pula pelangi yang akan menghiasi kisahmu.
Entah apa entah siapa.
Tetaplah
bahagia bersama satu hati yang kau idamkan, dan satu do’a yang selalu kau
aamiinkan. Semoga dengannya tak ada kemustahilan buat diupayakan.
Berbahagialah...